IMITASI
Efesus 5:1-6
Seorang anak cenderung meniru perilaku orangtuanya. Proses ini dikenal dengan istilah imitasi. Hal ini merupakan bagian penting dalam tumbuh kembang anak. Melalui proses imitasi, anak menyerap berbagai aspek perilaku orangtuanya, termasuk gerak, cara bicara, dan kebiasaan lainnya.
Paulus menyapa orang-orang Kristen di Efesus sebagai anak-anak yang terkasih. Maksudnya, mereka adalah anak-anak yang sangat dikasihi Allah. Sebagai anak-anak Allah, mereka memiliki teladan, yaitu Yesus Kristus. Oleh karena itu, mereka diminta untuk meninggalkan cara hidup yang lama dan meneladani kehidupan Yesus yang telah mengasihi serta memberikan diri-Nya. Sebutan “anak-anak Tuhan” bagi para pengikut Kristus seharusnya memotivasi kita untuk mengalami proses imitasi, yaitu menyerap berbagai aspek perilaku yang diteladankan oleh Yesus. Dengan demikian, kita tidak lagi hidup dalam percabulan, segala bentuk kecemaran, maupun keserakahan. Jika Yesus menjadi teladan dalam hidup kita, tidak pantas lagi kita berkata-kata kotor, kasar, atau membual. Sebaliknya, kita menjadi pribadi yang gemar mengucap syukur dan rela berkorban seperti Yesus.
Marilah kita menguji diri masing-masing: apakah kita sungguh-sungguh telah menyerap perilaku dan karakter Yesus? Ataukah tabiat kita masih sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Tuhan? Jika demikian, masih layakkah kita disebut sebagai anak-anak Tuhan? (Wasiat)
DOA: Ya Allah, ampunilah kami apabila belum berhasil meneladani Kristus, berilah kesempatan agar kami layak disebut anak-anak-Mu. Amin.